
Judul : The World Without Us – Dunia Tanpa Manusia
Pengarang : Alan Weisman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 430
Kategori : Sains Imajinatif
(Source : http://freelander09.wordpress.com)
Melihat judul buku ini saja saya
langsung tertarik untuk membacanya. Bagaimanapun pernah juga terlintas
di benak saya pertanyaan seperti “apa yang terjadi dengan dunia ini jika manusia tiba-tiba hilang atau punah?”. Manusia
hidup dipermukaan bumi ini sekian abad telah menghasilkan begitu banyak
warisan peradaban. Penemuan-penemuan material, peralatan, kendaraan dan
lainnya yang berasal dari buah pikir manusia. Bangunan-bangunan baik
gubuk-gubuk liar yang tumbuh semrawut di pinggir kota, rumah-rumah
sederhana dan asri di pedesaan. Bangunan-bangunan raksasa yang
menjulang tinggi dan masih banyak lagi jenis-jenis hasil karya manusia.
Apa yang akan terjadi dengan semua itu jika umat manusia tiba-tiba punah
atau hilang. Tentunya tanpa perlu memperdebatkan alasannya karena ini
hanya sekedar imajinasi. Imajinasi yang selanjutnya akan diikuti dengan
penjelasan-penjelasan ilmiah.
The
World Without Us menawarkan pendekatan yang sangat baru terhadap
pertanyaan bagaimana pengaruh manusia terhadap planet ini; Alan Weisman
meminta kita untuk membayangkan Bumi tanpa manusia.
Weisman menjelaskan bagaimana berbagai
infrastruktur raksasa yang kita bangun akan runtuh dan akhirnya
menghilang tanpa kehadiran manusia; barang keseharian mana saja yang
akan diabadikan dalam bentuk fosil; bagaimana pipa dan kabel tembaga
akan hancur menjadi tumpukan batu-batuan kemerahan; kenapa beberapa
bangunan yang dibuat pada awal peradaban manusia kemungkinan besar akan
menjadi bangunan terakhir yang tersisa; dan bagaimana plastik, patung
perunggu, gelombang radio, dan beberapa molekul yang diciptakan manusia
akan menjadi hadiah terakhir bagi alam ini.
The World Without Us mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari setelah hilangnya manusia, banjir di kereta api bawah tanah di New York akan mulai mengikis fondasi kota itu dan bagaimana, dan saat kota-kota di seluruh dunia runtuh, aspal yang merajalela di mana-mana akan tersingkir oleh hutan rimba yang menyeruak kembali ke permukaan bumi. Saat menunjukkan kerusakan, yang diciptakan manusia, mana saja yang tidak mudah hilang dan sejumlah contoh seni dan kebudayaan manusia yang tertinggi yang akan bertahan paling lama, narasi Weisman akhirnya akan mengarahkan penyelesaian yang radikal tapi persuasif yang tidak bergantung atas lenyapnya umat manusia. Ini adalah contoh narasi nonfiksi pada tingkatan tertinggi, dan dengan menunjukkan konsep yang sangat menggoda dengan sentuhan yang menggairahkan, ia juga dengan cermat melihat akibat yang ditimbulkan manusia terhadap planet ini dalam cara yang baru.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar